5 Punggawa Remaja yang Akan Guncang Piala Dunia 2018

5 Punggawa Remaja yang Akan Guncang Piala Dunia 2018

5 Punggawa Remaja yang Akan Guncang Piala Dunia 2018 – Piala Dunia 2018 bakal jadi laga untuk punggawa superstar tuk menegaskan mutunya. Disamping itu, ajang akbar 4 tahunan ini jua akan menciptakan peluang pada punggawa remaja yg menjanjikan.

Sejumlah team kontestan jua menyertakan punggawa remaja dalam timnya. Malah bukan tak mungkin jika punggawa remaja ini bakal dikasih peluang tuk main menjadi starter di Piala Dunia.

Yg sedikit menarik lagi, terdapat juga diantara punggawa remaja ini yg usianya belum menduduki 20, ataupun bisa dikatakan masih sangat muda. Tapi, mereka dapat meyakinkan manajer tuk diajak menuju Rusia. Dibawah ini 5 punggawa belia yg siap beraksi di Piala Dunia 2018 sebagaimana menurut Sportskeeda.

Daniel Arzani (Australia) – Remaja kelahiran Iran, Daniel Arzani merupakan nama yang lagi diperbincangkan fans Australia. Ia melakoni kompetisi musim yg dahsyat dengan Melbourne City FC. Ia berlaga 16 laga & membikin 2 skor hingga menjadikan manajer Socceroos, Bert Van Marwijk memasukkan ia didalam rencananya.

Arzani baru sekali memperkuat team nasionalnya dg jadi punggawa pengganti di m ke-84. Tapi, Van Marwijk enggan lewatkan potensinya di Piala Dunia.

Manajer veteran tersebut telah memberitahukan tim finalnya & punggawa berumur 19 th tersebut diajak menuju Rusia. Ia diprediksi bakal menyuntikkan tenaga ketika Mile Jedinak dkk sudah capek & dapat memainkan fungsi vital tuk Australia.

Francis Uzoho (Nigeria) – Cuma dalam 5 laga tuk team nasionalnya, Francis Uzoho sukses menjadikan senang manajer Nigeria yang berasal dari Jerman, Gernot Rohr. Uzoho dapat mendapat tempat di team Elang Super.

Penjaga gawang berumur 19 th dr tim Spanyol Deportivo La Coruna tersebut mulanya memulai menjadi punggawa ujung tombak. Tapi, Uzoho Lalu berganti jadi penjaga gawang di umur 12 th.

Uzoho menarik atensi semua fans ketika Nigeria meraih kemenangan 4-2 vs Argentina pada th kemarin. Semenjak waktu itu, dia sukses menggeser 2 penjaga gawang Nigeria lain yakni Daniel Akpeyi & Ikechukwu Ezenwa. Ada didalam grup yg sukar dg Argentina, Islandia & Kroasia, ekspektasi Nigeria tuk pergi ke fase selanjutnya bakal bergantung pd keahlian Uzoho.

Achraf Hakimi – Achraf Hakimi mulai naik menuju atas di umur remaja 19 th. Sehabis main mempesona di Real Madrid Castilla, dia dipromosikan menuju tim senior & jadi pelapis tuk Dani Carvajal.

Pemain belakang kanan tersebut telah memainkan 9 laga tuk Real Madrid, 2 diantaranya di laga Liga Champions. Ia jua membikin 2 skor tuk raksasa Spanyol dg satu diantaranya menuju gawang Sevilla.

Hakimi jua telah membikin skor di kelas internasional ketika vs Mali. Ada di grup neraka dengan teman seklubnya di Madrid, Cristiano Ronaldo (Portugal) & Isco (Spanyol), Hakimi dapat mengeluarkan keahlian cemerlangnya.

Trent Alexander-Arnold (Inggris) – Tak sama seperti 3 nama tadi, Trent Alexander-Arnold belum memainkan laga tuk team nasionalnya. Tapi, pemain belakang kanan Inggris tersebut belum lama melakoni kompetisi musim yg dahsyat dg Liverpool, di mana dia berlaga didalam 19 laga.

Punggawa berumur 19 th tersebut diminta tuk mengawasi Cristiano Ronaldo di final Liga Champions. Walaupun Liverpool musti mengakui kemenangan Real Madrid, Alexander-Arnold sukses mengerjakannya dg istimewa.

Manajer Inggris, Gareth Southgate senang dg performanya & mengambil keputusan tuk memasukannya menuju Rusia. Ia bakal berkompetisi tuk peran fullback & dapat menciptakan mirakel di Piala Dunia.

Kylian Mbappe (Prancis) – Dg label biaya kira2 180 jt euro di umur 18 th, Kylian Mbappe merupakan superstar masa depan sepak bola. Klub Prancis PSG menginvestasikan duit yang amat tinggi tuk mendapat servis Mbappe & performanya tak mengecewakan.

Didalam 27 laga, Mbappe sukses membikin 13 skor. Mbappe jadi punggawa paling muda ke-2 yg mewakili Prancis sehabis Maryan Wisnieski.

Mbappe membikin skor internasional perdananya ketika vs Belanda & telah mengumpulkan 3 skor tuk Les Bleus. Dg keahlian yg dipunyainya, Mbappe bakal jadi pantuan sepanjang Prancis bermain di Rusia.